Analisis Efektivitas Ipal Komunal Ditinjau Dari Standar Kriteria Desain Di Kota Balikpapan

Main Article Content

Melisa Stephanie Simangunson
Rahmat Bangun Giarto
Desak Made Ristia Kartika

Abstract





Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sistem pengolahan air yang dilaksanakan secara terpusat dengan memiliki bangunan yang mengolah limbah cair rumah tangga yang dioperasikan secara kolektif dengan cara yang lebih aman melepaskannya ke lingkungan sesuai baku mutu lingkungan. Menjawab permasalahan yang ditemukan, tugas akhir ini bertujuan mengetahui efektivitas di kedua IPAL Komunal berdasarkan standar kriteria desain, Metode penelitian ini menggunakan SNI Nomor 8455 Tahun 2017. Dengan mengambil sampel air limbah di Inlet dan Outlet untuk pengujian dengan parameter BOD, yang diuji di LABKESDA Provinsi Kalimantan Timur.  Hasil pengujian parameter BOD Inlet dan Outlet pada IPAL Komunal RT.10 Kel. Sungai Nangka didapatkan nilai inlet sebesar 85,36 mg/L dan nilai outlet sebesar 60,14 mg/L. Pada IPAL Komunal RT. 63 Kel. Muara Rapak didapatkan nilai inlet sebesar 83,42 mg/L dan nilai outlet sebesar 71,78 mg/L. Hasil nilai efektivitas di kedua IPAL, untuk nilai efektivitas IPAL Komunal RT.10 Kelurahan Sungai Nangka sebesar 29,54% dan nilai nilai efektivitas IPAL Komunal RT. 63 Kel. Muara Rapak sebesar 13,95%.






 Downloads Statistics

Download data is not yet available.

Article Details

 How to Cite
Simangunson, M. S., Giarto, R. B., & Kartika, D. M. R. (2024). Analisis Efektivitas Ipal Komunal Ditinjau Dari Standar Kriteria Desain Di Kota Balikpapan. Nusantara Civil Engineering Journal, 3(2), 85-94. https://doi.org/10.32487/nuce.v4i2.584
 Section
Articles
 Share This Link

References

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8455:2017 Tata cara perencanaan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat dengan reaktor anaerob bersekat (SRAB). Badan Standardisasi Nasional.
Islamawati, D., Darundiati, Y. H., & Dewanti, N. A. (2018). Studi penurunan kadar COD (Chemical Oxygen Demand) menggunakan ferri klorida (FeCl₃) pada limbah cair tapioka di Desa Ngemplak Margoyoso Pati. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(6), 69–78. https://doi.org/10.14710/jkm.v6i6.22158
Kementerian Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup. (2014). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Pamungkas, O. (2016). Studi pencemaran limbah cair dengan parameter BOD₅ dan pH di pasar ikan tradisional dan pasar modern di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 166–175.
Pemerintah Kota Balikpapan. (2016). Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Putri, N. M., & Hardiansyah, F. (2022). Efektivitas penerapan teknologi pada IPAL komunal ditinjau dari parameter BOD, COD, dan TSS. Jurnal Teknik Pengairan, 13(2), 183–194. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.05
Said, N. I., & Santoso, T. I. (2015). Penghilangan polutan organik dan padatan tersuspensi di dalam air limbah domestik dengan proses Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Jurnal Air Indonesia, 8(1), 33–46. https://doi.org/10.29122/jai.v8i1.2382
Sattuang, H., Mustari, K., & Syahrul, M. (2020). Analisis efektivitas instalasi pengolahan air limbah domestik: Studi kasus Batikite Resort Jeneponto. Journal Ecosolum, 9(1), 56–68. https://doi.org/10.20956/ecosolum.v9i1.10247
Simamora, S. J. E. (2014). Pengaruh limbah domestik terhadap kualitas perairan Danau Toba (Tesis Magister). Universitas Sumatera Utara.
                      https://doi.org/10.32487/nuce.v4i2.584