TA PENGARUH LARUTAN GULA PASIR SEBAGAI RETARDER PADA CAMPURAN BETON TERHADAP INITIAL SETTING DAN KUAT TEKAN BETON TUGAS AKHIR

Main Article Content

ANGGA DWI PRASTYA
Jutateks Jutateks

Abstract

Retarder adalah bahan tambahan yang berfungsi untuk menghambat waktu
pengikatan beton. Sehingga beton tidak cepat mengeras (Setting Time), dimana
retarder berfungsi menunda proses pengikatan awal semen dengan membentuk
lapisan tipis pada semen sehingga memperlambat reaksi semen dengan air.
Penelitian menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Penelitian
ini menggunakan variasi larutan gula pasir pada initial setting dan kuat tekan 0% ;
0,025% ; 0,050% ; dan 0,075% dari berat semen. Untuk pengujian initial setting
menggunakan alat vicat (SNI 03-6827-2000) sedangkan pengujian kuat tekan
menggunakan alat Compression Testing Machine (SNI 03-1974-1990) sebanyak
24 sample untuk umur 7 hari dan umur 28 hari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan
tambah larutan gula pasir terhadap initial setting dan kuat tekan beton. Dari
penelitian yang dilakukan waktu ikat awal semen terdapat pada persentase larutan
gula 0,050% yaitu sebesar 321 menit dari beton normal, dan hasil pengujian kuat
tekan rata – rata umur 7 hari persentase larutan gula 0,075% sebesar 499,47
kg/cm2 atau naik 28,27% dari beton normal sedangkan kuat tekan – rata umur 28
hari persentase larutan gula 0,050% sebesar 422,22 Kg/cm2 atau naik 11,31% dari
beton normal.



Kata kunci : Retarder, Larutan Gula Pasir, Initial Setting, Kuat Tekan Beton


 Downloads Statistics

Download data is not yet available.

Article Details

 How to Cite
[1]
ANGGA DWI PRASTYA and J. Jutateks, “TA PENGARUH LARUTAN GULA PASIR SEBAGAI RETARDER PADA CAMPURAN BETON TERHADAP INITIAL SETTING DAN KUAT TEKAN BETON”, JUTATEKS, vol. 1, no. 1, pp. 1-6, Jul. 2019.
 Section
Articles

References

Asroni, A., 2010. Struktur Beton I (Balok dan Plat Beton Bertulang), Graha Ilmu,
Yogyakarta. Anonim. (2002). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung
(Beta Version) (SNI 03-2487-2002). Bandung. Suhendro, B. 2000. Beton Fiber Konsep, Aplikasi, dan Permasalahannya.
Universitas Gajah Mada: Yogyakarta.
Purwanto, 2011. Pengaruh presentase penambahan serat terhadap kuat tekan dan
kuat tarik belah beton ringan. Bandar Lmpung : Universitas Lampung.
Tjokrodimuljo, K., 1996, “Teknologi Beton”, Nafiri. Yogyakarta
Annual Book of ASTM Standards, 2002, ASTM C39-86 Standard Test Methode
For Compressive Strengh of Cylindrical Concrete Specimens, ASTM
International. West Conshohocken. PA.
_, 2013, Tata cara Uji Kuat Lentur Beton Normal, SNI 0-4431, Badan Standar
Nasional Indonesia, Jakarta.
_, 1990, Pemeriksaan Gradasi Agregat, SNI 03-1968, Badan Standar Nasional
Indonesia, Jakarta.
_, 1996, Pengujian Kadar Lumpur Agregat, SNI-03-4142, Badan Standar Nasional
Indonesia, Jakarta.
Annual Book of ASTM Standards, 2002, ASTM C39-86 Standard Test Methode
For Compressive Strengh of Cylindrical Concrete Specimens, ASTM
International. West Conshohocken. PA.
_, 2008, Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air, SNI 03-1970, Badan Standar
Nasional Indonesia, Jakarta.