PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN BENANG GELASAN TERHADAP UJI KUAT TARIK BELAH BETON TUGAS AKHIR

Main Article Content

NOVAN ACHMAD SULAIMAN

Abstract

Beton merupakan komponen utama pada struktur bangunan maupun
jembatan. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi sedangkan beton memiliki kuat
tarik yang lebih kecil dari kuat tekannya, maka dari itu penggunaan serat sebagai
bahan penambah agar dapat meningkatkan kuat tarik beton.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan benang gelasan sebagai bahan tambah pada kuat tarik belah beton.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi mix design
menggunakan SNI 03-2834-2000. Benda uji yang digunakan adalah silinder
ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah benda uji yang direncanakan
sebanyak 20 buah dengan variasi persentase penambahan benang gelasan 0%, 1%,
1.5% dan 2% masing-masing 5 buah beton.
Dari penelitian ini didapatkan hasil sebagai berikut. Untuk benda uji
silinder dengan kadar benang gelasan 0% memiliki kuat tarik belah rata-rata
sebesar 2.916 MPa. Untuk benda uji silinder dengan kadar benang gelasan 1%
memiliki kuat tarik belah rata-rata 3.1706 MPa. Untuk benda uji silinder dengan
kadar benang gelasan 1.5% memiliki kuat tarik belah rata-rata sebesar 3.3404
MPa. Untuk benda uji silinder dengan kadar benang gelasan 2% memiliki kuat
tarik belah rata-rata sebesar 2.9441 MPa. Nilai kuat tarik belah beton tertinggi
sebesar 3.3404 MPa yaitu beton dengan kadar benang gelasan 1.5%.


 Downloads Statistics

Download data is not yet available.

Article Details

 How to Cite
[1]
N. A. SULAIMAN, “PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN BENANG GELASAN TERHADAP UJI KUAT TARIK BELAH BETON”, JUTATEKS, vol. 1, no. 2, pp. 66 - 68, Jul. 2019.
 Section
Articles